Tata Cara Salat Mutlaq yang Benar
Salat mutlak adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ia merupakan sarana bagi seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, dan meningkatkan ketakwaan. Salat ini tidak terikat oleh waktu atau sebab tertentu, sehingga dapat dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk salat. Artikel ini akan membahas secara mendalam tata cara salat mutlak yang benar, mulai dari niat hingga salam, serta adab-adab yang perlu diperhatikan.
Pengertian dan Keutamaan Salat Mutlak
Salat mutlak, secara bahasa, berarti salat yang tidak terikat. Dalam konteks ibadah, salat mutlak adalah salat sunnah yang dilakukan tanpa terikat oleh waktu atau sebab tertentu. Ini berbeda dengan salat sunnah lainnya seperti salat rawatib (yang mengiringi salat fardhu), salat dhuha, salat tahajud, atau salat istikharah yang memiliki waktu atau sebab khusus.
Keutamaan Salat Mutlak:
- Mendekatkan Diri kepada Allah SWT: Salat adalah sarana utama untuk berkomunikasi dengan Allah SWT. Dengan memperbanyak salat mutlak, seorang Muslim meningkatkan kedekatannya dengan Sang Pencipta.
- Penghapus Dosa: Salat, termasuk salat mutlak, dapat menghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan sehari-hari. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk." (QS. Hud: 114)
- Meningkatkan Derajat: Setiap sujud dan rukuk dalam salat akan mengangkat derajat seorang Muslim di sisi Allah SWT. Salat mutlak memberikan kesempatan untuk terus meningkatkan derajat tersebut.
- Ketenangan Hati: Salat adalah sumber ketenangan dan kedamaian hati. Dengan melaksanakan salat mutlak, seorang Muslim dapat meraih ketenangan batin dan menjauhkan diri dari kegelisahan.
- Memperoleh Cinta Allah SWT: Allah SWT mencintai hamba-Nya yang senantiasa beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Salat mutlak adalah salah satu cara untuk memperoleh cinta dan ridha Allah SWT.
- Penyempurna Salat Fardhu: Salat sunnah, termasuk salat mutlak, dapat menjadi penyempurna bagi kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan salat fardhu.
Tata Cara Salat Mutlak yang Benar
Berikut adalah tata cara salat mutlak yang benar, yang meliputi semua rukun dan syarat sah salat:
- Niat: Niat adalah rukun pertama dalam salat. Niat salat mutlak cukup diucapkan dalam hati dengan maksud untuk melaksanakan salat sunnah mutlak karena Allah SWT. Tidak ada lafadz khusus yang disyaratkan, namun niat yang tulus dan ikhlas adalah yang utama. Contoh niat: "Aku niat salat sunnah mutlak dua rakaat karena Allah Ta'ala."
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar." Takbiratul ihram menandai dimulainya salat.
- Berdiri Tegak (bagi yang Mampu): Salat wajib dilakukan dengan berdiri tegak, kecuali jika ada udzur syar'i yang membolehkan untuk duduk atau berbaring.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Al-Fatihah adalah rukun salat yang wajib dibaca dalam setiap rakaat. Membaca Al-Fatihah harus dilakukan dengan tartil (jelas dan tidak terburu-buru) dan memperhatikan makhraj huruf (tempat keluarnya huruf) yang benar.
- Membaca Surat atau Ayat Al-Qur'an: Setelah membaca Al-Fatihah, disunnahkan untuk membaca surat atau ayat Al-Qur'an. Surat yang dibaca bisa dipilih secara bebas.
- Rukuk: Membungkukkan badan dengan meletakkan kedua tangan di lutut dan punggung dalam keadaan lurus. Saat rukuk, membaca tasbih "Subhana Rabbiyal 'Adzimi wa bihamdih" sebanyak tiga kali.
- I'tidal: Bangkit dari rukuk dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telinga sambil mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah." Kemudian, setelah berdiri tegak, membaca "Rabbana lakal hamdu mil'as samawati wa mil'al ardhi wa mil'a ma syi'ta min syai'in ba'du."
- Sujud: Meletakkan dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki di lantai. Saat sujud, membaca tasbih "Subhana Rabbiyal A'la wa bihamdih" sebanyak tiga kali.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Duduk dengan tumit kaki kiri sebagai alas dan kaki kanan ditegakkan. Saat duduk di antara dua sujud, membaca doa "Rabbighfirli warhamni wajburni warfa'ni warzuqni wahdini wa'afini wa'fu 'anni."
- Sujud Kedua: Melakukan sujud kedua seperti sujud pertama.
- Bangkit untuk Rakaat Kedua: Setelah sujud kedua, bangkit untuk melanjutkan rakaat kedua. Pada rakaat kedua, melakukan hal yang sama seperti rakaat pertama, mulai dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
- Tasyahud Akhir: Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk untuk membaca tasyahud akhir. Tasyahud akhir berisi bacaan tahiyat, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan doa.
- Salam: Menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah." Salam menandai berakhirnya salat.
Adab dan Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Salat Mutlak
Selain tata cara yang telah disebutkan, ada beberapa adab dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan salat mutlak agar salat tersebut lebih berkualitas dan diterima oleh Allah SWT:
- Berwudhu dengan Sempurna: Sebelum melaksanakan salat, pastikan untuk berwudhu dengan sempurna sesuai dengan tuntunan syariat. Wudhu yang sempurna akan membersihkan diri dari hadas kecil dan mempersiapkan diri untuk menghadap Allah SWT.
- Memakai Pakaian yang Bersih dan Menutup Aurat: Pakaian yang dipakai untuk salat harus bersih dan menutup aurat sesuai dengan ketentuan syariat. Bagi laki-laki, aurat adalah antara pusar dan lutut, sedangkan bagi perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
- Menghadap Kiblat: Salat harus dilakukan dengan menghadap kiblat, yaitu Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah.
- Khusyuk dan Menghadirkan Hati: Salat adalah ibadah yang membutuhkan kekhusyukan dan kehadiran hati. Usahakan untuk memusatkan perhatian hanya kepada Allah SWT dan merenungi makna dari setiap bacaan dan gerakan dalam salat.
- Membaca Doa Setelah Salat: Setelah selesai melaksanakan salat, disunnahkan untuk membaca doa dan berdzikir kepada Allah SWT. Doa setelah salat adalah waktu yang mustajab (dikabulkan) untuk memohon kepada Allah SWT.
- Menjaga Kebersihan Tempat Salat: Tempat yang digunakan untuk salat harus bersih dari najis dan kotoran. Jika memungkinkan, gunakan sajadah atau alas salat yang bersih.
- Tidak Melakukan Hal-Hal yang Membatalkan Salat: Hindari melakukan hal-hal yang dapat membatalkan salat, seperti berbicara dengan sengaja, bergerak berlebihan, makan atau minum, dan tertawa terbahak-bahak.
- Melaksanakan Salat dengan Tenang dan Tidak Tergesa-gesa: Laksanakan salat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Setiap gerakan dan bacaan harus dilakukan dengan sempurna dan khusyuk.
- Memperbanyak Istighfar: Memperbanyak istighfar (memohon ampunan) kepada Allah SWT sebelum dan sesudah salat adalah tindakan yang sangat dianjurkan. Istighfar dapat membersihkan diri dari dosa-dosa dan meningkatkan ketakwaan.
- Ikhlas karena Allah SWT: Niatkan salat mutlak semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat oleh orang lain. Keikhlasan adalah kunci diterimanya amal ibadah di sisi Allah SWT.
Waktu yang Dilarang untuk Melaksanakan Salat Mutlak
Meskipun salat mutlak dapat dikerjakan kapan saja, terdapat beberapa waktu yang dilarang untuk melaksanakan salat sunnah, termasuk salat mutlak. Larangan ini didasarkan pada hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah waktu-waktu yang dilarang untuk salat:
- Setelah Salat Subuh hingga Matahari Terbit: Waktu ini dilarang karena pada saat itu setan sedang berkuasa dan orang-orang kafir menyembah matahari.
- Saat Matahari Tepat Berada di Tengah Langit (Zawal): Waktu ini dilarang karena pada saat itu pintu-pintu neraka dibuka. Larangan ini berlaku kecuali pada hari Jumat, di mana salat sunnah diperbolehkan sebelum salat Jumat.
- Setelah Salat Ashar hingga Matahari Terbenam: Waktu ini dilarang karena pada saat itu setan sedang berkuasa dan orang-orang kafir menyembah matahari.
Tabel Waktu yang Dilarang untuk Salat Mutlak:
| No. | Waktu Larangan | Alasan |
|---|---|---|
| 1 | Setelah Salat Subuh hingga Matahari Terbit | Setan sedang berkuasa dan orang-orang kafir menyembah matahari. |
| 2 | Saat Matahari Tepat Berada di Tengah Langit (Zawal) | Pintu-pintu neraka dibuka. Kecuali pada hari Jumat, salat sunnah diperbolehkan sebelum salat Jumat. |
| 3 | Setelah Salat Ashar hingga Matahari Terbenam | Setan sedang berkuasa dan orang-orang kafir menyembah matahari. |
| 4 | Saat Matahari Sedang Terbit | Terdapat riwayat yang melarang salat saat matahari sedang terbit karena pada saat itu orang-orang kafir menyembah matahari. |
| 5 | Saat Matahari Sedang Terbenam | Sama seperti saat matahari terbit, terdapat riwayat yang melarang salat saat matahari sedang terbenam karena pada saat itu orang-orang kafir menyembah matahari. |
Penting untuk diingat bahwa larangan ini berlaku untuk salat sunnah yang tidak memiliki sebab tertentu. Jika ada sebab tertentu, seperti salat tahiyatul masjid (salat menghormati masjid) ketika masuk masjid, maka salat tersebut tetap diperbolehkan meskipun pada waktu-waktu yang dilarang.
Kesimpulan
Salat mutlak adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Dengan melaksanakan salat mutlak, seorang Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon ampunan, meningkatkan ketakwaan, dan memperoleh ketenangan hati. Tata cara salat mutlak pada dasarnya sama dengan salat-salat lainnya, namun perlu diperhatikan adab-adab dan waktu-waktu yang dilarang untuk melaksanakan salat. Dengan memahami dan melaksanakan salat mutlak dengan benar dan ikhlas, semoga kita semua dapat meraih ridha Allah SWT dan menjadi hamba-hamba-Nya yang dicintai. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan bagi kita semua dalam melaksanakan salat mutlak. Aamiin.